jam

Jumat, 06 Mei 2011

Obbie Messakh Mau Buka Warung Kopi

Obbie Messakh Mau Buka Warung Kopi


Banda Aceh, Warta Kota
PENYANYI era 80-an, Obbie Messakh mengaku terkesan dengan banyaknya warung kopi di Aceh sehingga ia berniat membuka warung kopi di daerah tersebut.
"Saya terkesan dengan kedai kopi di Aceh selalu ramai dan berbagai pembicaraan terjadi di sana. Ada kemungkinan saya akan buat warung kopi," kata Obbie Messakh di Banda Aceh, Minggu (21/2).
Pendendang lagu "Kisah Kasih di Sekolah" itu berada di ibukota Provinsi Aceh untuk mengisi konser Tembang Album Kenangan bersama sejumlah penyanyi kawakan lainnya seperti Ahmad Albar, Dian Pishesa dan Christine Panjaitan.
Sebelum konser digelar, mereka sempat menikmati kopi Aceh di salah satu warung kopi di daerah tersebut.
Pada konser yang digelar di Hermes Palace Hotel pada Sabtu (20/2) malam itu, Obbie Messakh menyanyikan lagu yang sempat melejit di era 80-an itu dan mengkolaborasikan dengan bahasa Aceh.
Menurut penyanyi yang juga pencipta lagu itu, kesan yang didapatnya dari warung kopi di Aceh bahwa provinsi berjuluk "Serambi Mekah" itu sudah maju terbukti bahwa hampir di seluruh warung kopi tersedia jaringan "wifi".
"Saya berpikir banyak potensi dan pastinya transaksi juga terjadi karena saya lihat di warung kopi juga tersedia jaringan internet. Kalau di kota besar lainnya harus ke mall atau restoran kelas menengah ke atas baru bisa menikmati ’wifi’," tambahnya.
Obbie Messakh mengaku kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya ke provinsi yang menerapkan syariat Islam itu dan ia menilai Aceh tidak sama seperti yang didengar selama ini.
Konser Tembang Album Kenangan untuk pertama kalinya diadakan di Aceh sebagai ajang silaturahmi antara para artis "veteran" dengan penggemarnya.
Acara tersebut juga bertujuan untuk menghibur masyarakat di provinsi paling barat Sumatera itu. Turut hadir menikmati lagu-lagu lawas di antaranya sejumlah pejabat teras di Aceh.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berseta istri Darwati A Gani, Wakil Gubernur Muhammad Nazar dan Dewi Mutia, Kapolda Aceh Irjen Pol Adityawarman hadir dalam acara tersebut. (Ant/apr)

 KOLEKSI LAGU OBBIE MESSAKH :












                                       Obbie Messakh Pop Manis

 
Saya masih ingat betul saat masih duduk di bangku SMP  , walaupun sudah berpuluh puluh tahun,lagu ini masih lekat di benak saya, apalagi pada saat saya menjadi seorang penyiar Radio Swasta di salah satu kepulauan Lembata, yaitu Radio Kalong Fm ,pada saat tahun 2003 kami tergabung salah satu panitia konser akhbar OBBIE MESSAKH 2x dalam setahun di kota lewoleba,dan saya ingat betul lagu lagu yang obbie bawakan pada saat itu. Dan masih tersimpan rapi di dalam lemari koleksi kaset Radio Kalong perbendaharaan kaset tersebut dan pada saat di putar di ruang siar .Begitu masuk, aha, terdengar lagu-lagu Obbie Messakh yang manis dan nelangsa. Musiknya khas JK Records garapan Hengky Firmansyah. Saya kenal 100% lagu lama itu.

Ini dia syairnya:

Hati siapa yang takkan hancur,
bila di depan mata dia bercumbu.
Insan yang mana yang tak jadi benci,
bila cinta yang indah jadi kelabu.
Kau yang kusayang mengapa berdusta
Tak cukupkah satu untuk dirimu.

Inikah sumpahmu yang kau ucap dulu
Sehidup semati kita berdua
Belum mati saja kau buat begini
Apalagi bila aku mati

Pandainya matamu menyimpan dia yang lain
Seakan tak pernah ada aku di hatimu
Pandainya lidahmu memutar balik kata
Kau kejam, kau sakiti insan lemah ini
Kau kejam seakan tak pernah ada hatimu.

Jangan bicara CINTA lagi
Tlah tertutup pintu hati ini
Jangan lagi kau datang di sini
Tlah ku hapus namamu di hati.


Hari lain saya ketemu langsung dengan penyanyinya.. Dan langsung latihan bareng dengan gitar dan akhirnya................ terdengar Jreng-jreng…

“Kutrima suratmu kasihku,
yang kau kirim dari seberang sana.
Dalam kata-kata kau ucap hati rindu,
selamanya sebuah penantian…
Biarlah di dalam mimpiku dan mimpimu,
kita bercumbu saling melepas rindu….”


Saya pun beberapa kali naik kapal penumpang milik Pelni saat  ke Flores atau transit di Kupang, NTT. Selama perjalanan dua hari, ribuan penumpang dihibur dengan lagu-lagu manis ‘80-an ala Obbie Messakh.

Kalau tidak Obbie Messakh, ya lagu-lagu pop manis sejenis seperti ciptaan Pance F Pondaag, Rinto Harahap.

Saya tidak tahu kenapa orang NTT begitu suka dengan karya-karya Obbie? Bukankah pengamat/kritikus musik mencerca habis lagu-lagu Obbie sebagai cengeng, tidak bermutu, lemah secara musikal, kelas kampung…. ? Orang NTT tentu saja pernah mendengar atau membaca ejekan-ejekan itu. Toh, kesenangan mereka pada lagu-lagu karya Obbie Messakh terus bertahan. Sampai sekarang.

Lahir pada tahun 1958 dengan nama THOBIAS MESSAKH -– karena itu, dipanggil Obbie -–pria ini sejak kecil tinggal dan besar di Jakarta. Orang tuanya berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, kawasan paling selatan Indonesia. Daerah ini dikenal sebagai penghasil nira lontar, gula lempe (sejenis gula jawa) kelas wahid.



Munculnya Obbie Messakh, sekitar 1983, tak lepas dari suasana pasar musik nasional yang dikuasai oleh JK Records, perusahaan rekaman milik Judhi Kristiantho (JK).

JK Records saat itu merilis album-album manis, renyah, mendayu-dayu. Artis-artis JK antara lain Dian Piesesha, Meriam Bellina, Marina Elsera, Lidya Natalia, Heidy Diana, Hellen Sparringa, Anie Ibon, Meta Armis, Ria Angelina. Disokong penuh oleh acara Aneka Ria Safari dan Selekta Pop di TVRI, lagu-lagu artis JK pun segera menyebar luas ke tanah air pada 1980-an.

Nah, Obbie Messakh didesain JK sebagai salah satu penulis lagu laris (hits maker) bersama Pance F Pondaag, Maxi Mamiri, Wahyu OS, Judhi Kristianto sendiri, Deddy Dores. Tapi harus diakui Obbie yang waktu itu masih remaja (usia SMA atau mahasiswa tingkat awal) merupakan hits maker paling dicari industri rekaman.

Setelah lagu-lagunya meledak, JK ‘memaksa’ Obbie Messakh merilis album solo perdana. Judulnya ‘Kau dan Aku Satu’. Beberapa lagu yang pernah dibawakan artis cewek JK, dibawakan sendiri oleh Obbie Messakh… dan sukses. Nama Obbie Messakh pun makin menjulang.

Saya masih ingat betul waktu itu saya duduk di bangku SMP Negeri I Paito - Probolinggo (1984 ) selalu menyanyikan lagu-lagu Obbie Messakh nyaris tiap hari. Vocal group pun mereka pilih lagu-lagu Obbie Messakh. Masuk ke kampung-kampung dengar lagu Obbie. Kalau ada hajatan di desa, lagunya Obbie.

Asal orang tua Obbie Messakh, yang Nusa Tenggara Timur, semakin menambah kecintaan warga pada Obbie Messakh. Padahal, kalau mau jujur, suara Obbie Messakh pas-pasan: cenderung fals, pitch control kurang… Mungkin syairnya yang mellow itu cocok dengan suasana hati orang NTT yang rata-rata susah.

“Kita ini kan mengandalkan perasaan. Jadi, menyanyikan lagu Obbie Messakh itu menyentuh sekali,” kata Pak Gorys, orang Ende yang kuliah di Jember, beberapa tahun lalu.

Seperti biasa, daur musik pop bergerak dengan cepat. Setelah membuat lagu hits, Hati yang Luka, Menteri Penerangan Harmoko marah-marah. Ia melarang lagu yang dipopularkan oleh Betharia Sonata itu lantaran dianggap cengeng. Ramailah polemik di koran.

Sejak itu TVRI, sebagai satu-satunya televisi, tidak lagi menayangkan lagu-lagu Obbie Messakh, khususnya Hati yang Luka. Saya masih ingat, TVRI terakhir menayangkan instrumentalia Hati yang Laku yang dimainkan grup musik sasando. Musik tradisional NTT itu memang berasal dari kampung halaman Obbie Messakh pula.

Pamor Obbie Messakh menurun drastis. Begitu juga JK Records. Maklum, tren musik pop sudah berubah dengan naiknya sejumlah artis yang mengusung apa yang disebut ‘pop kreatif’. Istilah ini secara implisit ingin mengatakan bahwa lagu pop versi Obbie Messakh dkk tidak kreatif alias cengeng. Koran Jawa Pos di Surabaya mengangkat isu ini sebagai bahan polemik yang ramai.

“Apanya yang kreatif? Apanya yang tidak kreatif? Obbie Messakh bisa membuat lagu karena kreatif,” ujar seorang pengamat musik. Obbie Messakh saat diwawancarai Jawa Pos tenang-tenang saja.

Obbie mengatakan tetap menciptakan lagu selama masyarakat (pasar) membutuhkan. Dan benar. Karya-karya Obbie Messakh terus mengalir meski tidak segencar masa jaya JK Records. Nada-nada manis pun semakin kurang porsinya. Obbie Messakh malah menciptakan Sakit Gigi, lagu dangdut yang hits setelah dibawakan Meggy Z. Kemudian Mobil dan Bensin’.

Sejak Obbie Messakh kehilangan identitas, saya anggap dia sudah habis di pasar musik Indonesia. Di tahun 1990-an, apalagi setelah Reformasi 1998, Obbie Messakh benar-benar habis. Tinggal cerita, mengutip sebuah petikan lirik lagunya.

Apa pun kata orang, Obbie Messakh tetap merupakan salah satu tokoh asal NTT yang pernah mempengaruhi begitu banyak orang Indonesia, khususnya generasi 80-an hingga menjelang 1990-an.



Menjelang Pemilu 2004, Obbie Messakh direkrut menjadi caleg Partai Perhimpunan Indonesia Baru pimpinan Dr Sjahrir. Yah, seperti artis-artis lain yang juga direkrut mendadak sebagai caleg atau sekadar penggembira.

Saat itu lagu lama Obbie, Kisah Kasih di Sekolah, populer lagi berkat jasa Chrisye, penyanyi gaek, yang baru saja merilis album DEKADE. Maka, ke mana-mana Obbie pun membawakan lagu ini.

Ternyata, partainya Dr. Sjahrir ini gagal total. Tak ada satu pun kursi yang diraih PPIB. Obbie pun gagal jadi politikus. Yah… Bang Obbie, anda sebaiknya menyanyi saja lah walaupun suaramu agak fals. Tidak perlu ikut politik lah!

Pada 2003 Obbie Messakh mengaku banyak perubahan dalam hidupnya.

"Sekarang saya berusaha untuk menjalani hidup dengan lebih berarti. Kalau dulu saya banyak menyia-nyiakan hidup, kini saya ingin hidup ini lebih berarti, baik untuk diri saya pribadi maupun orang lain," ujar Obbie.

Campur tangan Tuhan, katanya, yang telah membawa diri pencipta lagu-lagu melankolis ini ke dalam kehidupan rohani yang lebih baik. Itulah soal, dengan kesungguhan hati, dia menerima tawaran untuk sebuah rekaman lagu-lagu rohani dan siap melakukan pelayanan ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

"Sebenarnya, sudah lama saya ingin menyanyi lagu-lagu rohani. Tapi saya ingin melakukan dengan kesungguhan hati yang dibarengi dengan perubahan hidup yang lebih baik."

Bermula dari ajakan seorang teman untuk menyanyi lagu-lagu rohani. Obbie pun ingat pesan mendiang ibunya yangs emasa hidupnya pernah berpesan agar Obbie membuat album rohani. Lalu Obbie pun mencoba melakukan penjajakan dengan Maranatha Record, sebuah perusahaan rekaman yang banyak memproduksi rekaman lagu-lagu rohani.

"Kami tidak langsung menerima Obbie untuk rekaman. Kami melihat dulu kehidupan rohaninya. Ternyata Obbie memang telah berubah," ungkap Peter Rahardja, Executif Produser Maranatha Record.

Maka, hanya dalam waktu satu bulan, album itu pun jadi. Maklumlah, Obbie bukan orang baru di belantara industri musik. Dalam album yang diberi label Ku Mau Setia ini, Obbie mengusung lima buah lagu ciptaannya.

Ada satu lagu manis Obbie Messakh yang selalu saya ingat sampai sekarang. Judulnya lupa, tapi liriknya demikian:

Bila malam kau tidur terpejam
masih adakah wajahku di matamu
adakah bibirmu sebut namaku
oh agar tenanglah aku yang rindu di sini

Esok pagi bila kita bertemu
mari cerita tentang mimpi semalam
dua hati kita mungkinkah serasa
oh dalam merajut tali cinta di dada

Berjanji... ku berjanji
kusayang padamu setulus hati
berjanji... ku berjanji
tak akan ingkar walau sampai mati
ohhh... juwita
hanya kau tumpuan yang terakhir


Track List
Image hosting by IMZers

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar